Hukum Karma The Special One Jose Mourinho

Jose-Mourinho
Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/agen33.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit_history' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/agen33.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938
= 268

Istanamimpi.comJose Mourino terdepak dari Stamford Bridge dgn menyaksikan para rivalnya yg dia ledek akhir periode dulu & sekian banyak tahun dulu berkompetisi memperebutkan gelar jawara.

Bisa Jadi ada banyak yg ingat bagaimanakah Jose Mourinho mengekspresikan kegembiraannya usai mengantar Chelsea jagoan periode dulu waktu program penghargaan tahunan club.

Dirinya menampilkan suatu tayangan yg meledek para rivalnya di Liga Primer Inggris, adalah Arsenal. Manchester City & Manchester United.

Mula-mula, dirinya menyebutkan skuat asuhan Louis van Gaal cuma main berputar-putar diatas arena lapang tidak dengan gawang maka tak menempa gol walau menguasai tidak sedikit bola. Selanjutnya, dia menyerang rival sekota setan merah Manchester City yg beliau sebut main dgn satu gawang, maka tak sanggup jadi pemenang.

Terakhir, beliau meledek Arsenal yg dirinya sebut main-main tepat aturan FIFA, bersama dua gawang, dapat membentuk gol & serta kemasukan, tetapi cuma meminta main-main Januari sampai April (di mana The Gunners memperoleh hasil amat positif).

Tetapi, tak ada yg menyangka, sekian banyak bln seterusnya, Mourinho mengantar The Blues ke dalam masa yg amat sangat kelam sampai mengakibatkan The Spesial One terdepak dari kursinya.

Sepanjang karirnya, Jose Mourinho kerap yg meraih tawa terakhir. Pelatih tersukses dalam satu dekade terakhir, dgn arsitek Bayern Munich Pep Guardiola, senantiasa bisa ‘menaklukkan’ rival-rivalnya. Bagaimanapun serta, masa ini tak begitu.

Kepada turnamen terakhir, The Blues bertandang ke markas Leicester dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris. Dia berhadapan bersama tim kejutan & pun rival lamanya, Claudio Ranieri.

Mourinho menukar Ranieri di Chelsea kepada masa pertamanya 2004 silam. “Ini ialah akhir dari siklus,” ujarnya diwaktu itu. Tapi, selanjutnya dirinya menyerang pelatih asal Italia tersebut disaat keduanya bekerja di Serie A Italia, Mourinho di InterMilan sementara Ranieri di Juventus.

Ranieri mempunyai mentalitas sosok yg tak butuh kemenangan,” ujarnya kepada 2008. “Dia nyaris 70 thn, dirinya sudah menjuarai Piala Nomor Wahid & trofi mungil lain lain. ia telah terlampaui sepuh buat mengubah mentalitasnya. Beliau lanjut umur & beliau tak memenangkan apapun.”

Pelatih Italia itu sebenarnya berumur 56 thn disaat itu, sementara dirinya pula memenangkan tidak sedikit trofi yg selayaknya lebih diapresiasi oleh Mourinho : Copa del Rey & Piala Nomor Wahid UEFA dgn Valencia plus Coppa Italia & Piala Nomor Wahid Italia dengan Fiorentina. Tetapi, bagaimanapun pun, InterMilan asuhan Mourinho sanggup mengalahkan Juventus besutan Ranieri dalam persaingan gelar terpandai & mempertahankan reputasinya sbg jagoan mind games.

Tapi di King Power Stadium, situasi berbalik, skuat asuhan Mourinho terjungkal oleh tuan hunian Leicester besutan Ranieri. The Foxes merangsek ke puncak klassement, sementara The Blues cuma satu poin diatas zona merah.

Beruntung situasi tak lebih jelek dikarenakan pada awal mulanya, Mourinho sudah memperbarui komentarnya kepada Ranieri. “Saya pikir ia memenangkan penghargaan pelatih paling baik bln ini,” ujarnya. “Dia mesti jadi pelatih paling baik setengah periode…enam bln mula-mula.” Walau, dia terus tak sanggup menahan buat menyambung bersama sedikit sindiran. “Tahun dulu, Ranieri didepak Yunani lantaran kalah dari Kepulauan Faroe. Kini, di puncak liga. Ini menarik.”

Pasti, bukan cuma Ranieri yg sempat merasakan komentar pedas dari pelatih asal Portugal tersebut. Arsene Wenger jadi salah satu idola The Special One. Eks pelatih Real Madrid itu melabeli Wenger sebagi spesialis dalam kegagalan tahun dulu. Dirinya pula mempertanyakan kenapa pelatih asal Prancis itu berkukuh lama di kursi pelatih The Gunners.

“Setiap manajer lain dalam tekanan. Steve dalam tekanan, aku dalam tekanan, Brendan Rodgers dalam tekanan, Manuel Pellegrini dalam tekanan, semuanya dalam tekanan,” ucap Mou kepada September silam.

“Kami tak boleh menderita kekalahan. Kami tak boleh tampil dibawah ekspektasi. Kami mesti mencapai target. Menjadi aku bersimpati pada seluruh manajer & serta aku percaya mereka serta bersimpati pada aku dikarenakan ini pekerjaan yg susah.”

“Atau Disaat ditanyakan siapa manajer yg dimaksud, Mourinho menjawab tidak dengan menyebut nama.

“Dia boleh membicarakan wasit sebelum kompetisi, beliau boleh membicarakan wasit sesudah turnamen, beliau boleh mendorong orang di lokasi teknis, menangis di pagi hri, menangis di sore hri, ga ada yg berlangsung. Dirinya tak berprestasi, tetapi bersi teguh di pekerjaannya, dirinya masihlah dapat jadi raja. Sungguh suatu keistimewaan,” pungkasnya.

Setelah Itu, ada pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini. Pelatih asal Cile itu digantikan Mourinho di Real Madrid & kala Pellegrini menghadiri Santiago Bernabeu juga sebagai pelatih Malaga, Mou menyampaikan : “Jika Madrid memecat aku, aku bakal hengkang ke club akbar di Inggris atau Italia. Aku tak bakal berangkat ke Malaga.”

Tapi, sungguh ironis, kali ini bukan Mourinho yg mendapat tawa terakhir. Ke-2 rivalnya itu – ditambah dgn Ranieri & Manchester United besutan Louis van Gaal – berada di empat akbar & beradu ketat buat jadi jawara Liga Primer Inggris periode ini, sementara Mourinho telah terdepak dari Chelsea, yg malah terancam degradasi.

Karma sudah menghukum Mourinho, tapi debut & kebangkitannya di dunia sepakbola juga sebagai The Special One bakal masihlah tetap ditunggu & dinantikan.

basic argumen tertentu, ada satu yg berada diluar list itu. Dirinya tak masuk dalam list, namun itu bagus buatnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *