Data Dan Fakta Pelatih Dan Pemain Kunci 24 Negara Di Euro 2016 Grup E


Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/agen33.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938

Warning: mysqli_query(): (HY000/1194): Table 'wpmd_page_visit_history' is marked as crashed and should be repaired in /home/desacorbek/public_html/agen33.net/wp-includes/wp-db.php on line 1938
= 321

Data Dan Fakta Pelatih Dan Pemain Kunci 24 Negara Di Euro 2016 Grup C,Kemampuan Pelatih Dan Pemain Kunci 24 Negara Di Euro 2016 Grup C, jerman,ukarina,irlandia utara, polandia, euro 2016, judi euro 2016, taurhan euro 2016, agen euro 2016, judi euro 2016 terpercaya, taruhan euro 2016 terbaik,tim euro 2016, grup e euro 2016

Belgia

Pelatih: Marc Wilmots

Pemain kunci: Eden Hazard (63 Caps, 12 gol)

Rekor di fase kualifikasi: 7 Menang, 2 Imbang, 1 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 2,4

Rata-rata kemasukan gol: 0,5

Siapapun setuju bahwa Rode Duivels alias Setan Merah adalah salah satu tim yang layak untuk diperhitungkan sebagai tim calon juara di Euro 2016. Diisi oleh bintang-bintang berbakat seperti Eden Hazard dan Kevin de Bruyne, tim asuhan Marc Wilmots mengakhiri aib absen 12 tahun di turnamen besar dengan bermain di Piala Dunia 2014.

Tidak hanya sekedar numpang lewat, kala itu Belgia sanggup mencatatkan prestasi impresif dengan bertahan hingga babak delapan besar.

Performa apik di Brasil lantas dijadikan modal berharga bagi Diables Rogues untuk melahap semua laga Kualifikasi Euro 2016 dengan hasil terbaik – hingga mereka memastikan diri lolos ke putaran final dengan status juara grup. Di Prancis, anak-anak asuhan Wilmots akan coba memperbaiki prestasi terbaik mereka di Euro, yakni menempati posisi runner-up di 1980.

Italia

Pelatih: Antonio Conte

Pemain kunci: Giorgio Chiellini (83 Caps, 6 Gol)

Rekor di babak kualifikasi: 7 Menang, 3 Imbang, 0 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 1,6

Rata-rata kemasukan gol: 0,7

Meski kerap digerogoti dengan skandal pengaturan skor dalam beberapa tahun terakhir, Italia merupakan negara Eropa tersukses di ajang Piala Dunia, dengan torehan empat gelar juara. Namun di kancah Euro, Gli Azzurri cuma sekali menjadi juara di 1968. Itu terjadi usai mereka menang atas Yugoslavia di partai ulangan yang dihelat di Roma.

Italia sendiri memang bukan tim yang dikenal punya tradisi kuat di Euroa. Sempat gagal lolos ke putaran final di 1984 dan 1992, mereka berhasil masuk laga puncak di edisi 2000 dan 2012.

Di Euro 2016 nanti, tim asuhan Antonio Conte akan turun dengan modal rekor tak terkalahkan di 10 laga yang mereka jalani di babak Kualifikasi.

Republik Irlandia

Pelatih: Martin O’Neill

Pemain kunci: Jon Walters (39 Caps, 10 Gol)

Rekor di babak kualifikasi: 6 Menang, 4 Imbang, 2 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 1,8

Rata-rata kemasukan gol: 0,7

Debut Rep. Irlandia di turnamen besar mereka dimulai pada 1988. Saat itu mereka mampu mengalahkan Inggris, sebelum akhirnya tumbang di tangan Belanda – yang akhirnya keluar sebagai juara – di babak empat besar.

Irlandia pernah punya pelatih legendaris asal Inggri bernama Jack Charlton, yang berjasa membawa tim lolos ke dua ajang Piala Dunia. Salah satunya di turnamen yang digelar di Italia, di mana mereka mampu mencatat memori manis dengan bermain hingga babak perempat final. Tim berjuluk the Boys in Green ini juga sempat meramaikan ajang Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang.

Di Euro, Irlandia punya cerita yang sedikit berbeda. Mereka harus absen lama di kejuaraan antarnegara Eropa, sebelum bos asal Italia – Giovanni Trapattoni – sukses membawa tim lolos ke putaran final edisi 2012. Sayang, saat itu mereka kalah tiga kali beruntun di fase grup dan harus angkat koper lebih awal.

Swedia

Pelatih: Erik Hamren

Pemain kunci: Zlatan Ibrahimovic (112 Caps, 62 Gol)

Rekor di babak kualifikasi: 6 Menang, 4 Imbang, 2 Kalah

Rata-rata mencetak gol: 1,6

Rata-rata kemasukan gol: 1

Swedia pernah mencatat prestasi bagus di Euro 1992, di mana kala itu mereka bertahan hingga fase semifinal, setelah sebelumnya sempat menang atas Denmark, yang akhirnya menjadi juara, Inggris, dan juga bermain imbang melawan Prancis. Namun ambisi tuan rumah untuk maju ke final setelah langkah mereka dihentikan Jerman dengan skor tipis 3-2.

Swedia kemudian harus menunggu hingga delapan tahun, sebelum mereka bisa tampil di putaran final Euro 2000. Empat tahun berselang, pasukan Blagult menutup Euro 2004 dengan rekor tak terkalahkan, meski perjalanan mereka harus terhenti setelah kalah adu penalti di babak perempat final melawan Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *